Kaizen
Proses peningkatan kualitas memerlukan komitmen untuk perbaikan yang melibatkan secara seimbang antara aspek manusia (motivasi) dengan aspek teknologi (teknik). Kaizen merupakan istilah dalam bahasa jepang yang berarti perbaikan secara terus menerus (continuous improvement). Semangat Kaizen yang tinggi dalam perusahaan Jepang membuat mereka maju pesat dan unggul dalam kualitas. Kaizen pada dasarnya merupakan suatu kesatuan pandangan yang komprehensif dan terintegrasi yang bertujuan untuk melaksanakan perbaikan secara terus-menerus. Semangat Kaizen berlandaskan pada pandangan yaitu:
- hari ini harus lebih baik daripada kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari pada hari ini.
- tidak boleh ada satu hari pun yang lewat tanpa perbaikan / peningkatan.
- masalah yang timbul merupakan suatu kesempatan untuk melaksanakan perbaikan atau peningkatan.
- menghargai adanya perbaikan atau peningkatan walaupun kecil.
- perbaikan atau peningkatan tidak harus memerlukan investasi yang besar.
menurut professor Yoshinibu Nayatani, dari universitas Osaka, Jepang, penerapan kaizen dalam manajemen kualitas akan memberikan dampak positif sebagai berikut:
- setiap orang akan mampu menemukan masalah yang lebih cepat.
- setiap orang akan memberikan perhatian dan penekanan pada tahap perencanaan.
- mendukung cara berfikir yang berorientasi terhadap proses.
- setiap orang akan berkosentrasi pada masalah-masalah yang lebih penting dan mendesak untuk diselesaikan.
- setiap orang akan berpartisipasi dalam membangun sistem yang baru.
Kaizen tidak menggantikan atau menghalangi inovasi yang selama ini sering di debatkan orang. karena keduanya bersifat saling melengkapi. idealnya inovasi harus dimulai sesudah Kaizen kehabisan tenaga dan Kaizen harus meneruskan segera setelah inovasi dimulai. Kaizen dan inovasi merupakan ramuan yang tidak terpisahkan dalam kemajuan. Kaizen akan membawa hasil yang positif jika usaha perbaikan secara terus-menerus diarahkan kepada tujuan yang jelas.
sejumlah sistem pemeriksaan Kaizen telah dikembangkan di Jepang untuk membantu karyawan maupun manajemen agar selalu ingat bidang-bidang yang dapat disempurnakan. Dikenal istilah 3-MU ( Muda = Pemborosan, Muri = Ketegangan, dan Mura = perbedaan) yang sangat populer di Jepang yang harus diperhatikan pihak manajemen dan karyawan dalam setiap upaya perbaikan kualitas terus-menerus.
pada sisi lain perusahaan-perusahaan Jepang mengembangkan gerakan lima langkah, yang dikenal dengan 5-S ( Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke) dalam aktivitas kaizen di tempat kerja. Gerakan lima langkah (5-S)itu adalah:
- Seiri (bereskan): bedakan antara yang perlu dan yang tidak perlu, serta bereskan yang tidak perlu.
- Seiton ( simpan dengan teratur): barang-barang harus disimpan dengan teratur sehingga siap dipakai apabila diperlukan.
- Seiso (Bersihkan): Pelihara tempat kerja agar tetap bersih.
- Seiketsu (kebersihan pribadi): jadikan kebiasaan tempat bersih dan rapi, dimulai dengan diri sendiri.
- Shitsuke ( Disiplin): taati prosedur di tempat kerja.
daftar pustaka:
Gasperz, vincent, 2002. Total Quality Management, Jakarta:Airlangga








pernah denger metode SMED (single method exchange of die)?
tu metode yang bisa mengurangi waktu set up hingga mencapai satu igit. jadi kurang dari 10 detik..
tapi q bingungnya masa bisa mengurangi dari berjam2 mpe bisa jadi single minute??